Jejak di Bawah Reruntuhan
Sejarah
Cerpen ini menggambarkan perlawanan seorang pemuda terhadap penjajahan, mencerminkan keberanian yang muncul dari seorang individu biasa yang menjadi pahlawan dalam sejarah.
Pada abad ke-19, saat kekuasaan kolonial Belanda masih mencengkeram Nusantara, di sebuah desa kecil yang tersembunyi di kaki Gunung Salak, tinggallah seorang pemuda bernama Kartono. Ia bukanlah orang yang dikenal banyak orang, hanya seorang petani biasa yang mewarisi tanah leluhur. Namun, keberaniannya akan mengukir sejarah yang tak terlupakan.
Kartono lahir dan besar di tengah desingan suara burung-burung liar dan gemuruh air sungai yang membelah des...
Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp10.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Sejarah
Cerpen
Jejak di Bawah Reruntuhan
Mochammad Ikhsan Maulana
Novel
Tunggu Aku di Batavia
Falcon Publishing
Novel
Dua Puluh Lima Tahun
Khatulistiwa
Novel
Tahu-tahu Jodoh
anonymous pout
Novel
Sepotong Tangan Kanan
Neza
Novel
Dosa Turunan
Tian Setiawati Topandi
Novel
Meskipun Dia Bukan Anakmu
Titin Hartini
Novel
Memories
Aldy Purwanto
Novel
ISYARAT YANG TERJAWAB
Rizal Azmi
Cerpen
Langit Shanghai di Ujung Musim Gugur
Netty
Novel
Digital Nation Movement
Bentang Pustaka
Novel
Dear Malaikat Izrail
princess bermata biru
Novel
Pesan Dari Ibu
Rizki Pratama Ningrum
Novel
Selling Yourself
Mizan Publishing
Novel
Toko Bunga Arumdhipuran
tuhu
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Jejak di Bawah Reruntuhan
Mochammad Ikhsan Maulana
Cerpen
Bronze
Seblak vs Mie Jebew
Mochammad Ikhsan Maulana
Cerpen
Bronze
Hari Sabtu Ceria
Mochammad Ikhsan Maulana
Cerpen
Bronze
Boleh Aku Ambisi Kembali
Mochammad Ikhsan Maulana
Cerpen
Bronze
Perasaanku Kepadanya: Antara Kagum atau Suka?
Mochammad Ikhsan Maulana
Cerpen
Bronze
Semester 5 yang Penuh Warna
Mochammad Ikhsan Maulana
Cerpen
Bronze
Goresan Kapur, Impian Terukir
Mochammad Ikhsan Maulana
Cerpen
Bronze
Kenangan di Dunia Anime
Mochammad Ikhsan Maulana
Cerpen
Bronze
Hantu di Pondok Tua
Mochammad Ikhsan Maulana
Cerpen
Bronze
Sebelum Aku Jadi Orang Tua,Aku Harus Memaafkan Masa Kecilku
Mochammad Ikhsan Maulana
Cerpen
Bronze
Yamyam, Robot Ayam Masa Depan
Mochammad Ikhsan Maulana
Cerpen
Bronze
Harmoni Pagi ditengah Kandang Ayam
Mochammad Ikhsan Maulana
Cerpen
Bronze
Pelukan di Ujung Senja
Mochammad Ikhsan Maulana
Cerpen
Bronze
lahirnya mentari di langit biru
Mochammad Ikhsan Maulana
Cerpen
Bronze
Gagal Memahami Perasaan Ini Terhadapmu, Akhirnya Penyesalan
Mochammad Ikhsan Maulana