Disukai
0
Dilihat
73
Innocent
Thriller
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Satu: Innocent

Aku adalah tunangan Felix. Calon nyonya muda di rumah ini. Bagaimana bisa aku dipandangi dengan sorot mata tajam seperti itu?

Orang itu, yang mengaku polisi dari satuan pusat, memandangiku seperti serigala lapar. Ingin menggigit tengkukku dan memakanku hidup-hidup. Sangat menakutkan, bukan?

“Ini tunanganku. Madison Madayag.”

Tapi aku tidak mau menyapa satu pun dari dua polisi yang ada. Aku satu langkah di belakang Felix. Bukan bermaksud bersembunyi, tapi memang wajah-wajah itu sangat menakutiku. Wajar bila aku butuh perlindungan.

“Madie, duduk sebentar!”

Untungnya, Felix ada di pihakku. Meraih tanganku, kemudian membimbingku untuk duduk di sofa. Dia masih memegang tanganku, juga meremasnya pelan. Seolah memberi kenyamanan dari gerakan penuh kehati-hatian itu.

“Silakan duduk, Pak!”

Dua polisi duduk bersamaan. Berseberangan dengan aku dan Felix duduk.

Si polisi berwajah paling sangar tidak membuang-buang waktu. Mengode temannya untuk menunjukkan berkas yang aku duga ada hubungannya dengan kasus yang baru-baru ini menimpa anak sulung di keluarga ini.

Oscar Tobias, sepuluh tahun lebih tua dari Felix. Dia punya bisnis hiburan yang sedang naik daun. Bersamaan dengan itu, masalah muncul bertubi-tubi. Seperti ketika aku pertama datang ke rumah ini, bisnis hiburan Oscar dirumorkan bersangkut-paut dengan prostitusi. Nyatanya itu tidak benar.

Rumor tidak membuat bisnis Oscar goyah, tapi fitnah yang terencana sedikit banyak membuat bisnis hiburan Oscar menurun peminatnya. Yaitu, ketika salah seorang pengunjung pulang dalam keadaan mabuk, menabrak banyak orang di jalanan. Sebagian terluka parah, sebagian lagi luka ringan. Beruntung tidak ada yang mati. Tetapi, setelah orang itu ditangkap dan diperiksa, pemeriksaan menunjukkan bahwa dia bukan hanya mabuk minuman beralkohol, tapi juga mengonsumsi obat-obatan terlarang. Hasil interogasi menunjukkan bahwa kelap Oscar ada hubungannya. Dan itulah kali pertama bisnis Oscar mengalami kerusakan.

“Saudara Anda benar-benar sesuatu,” kata polisi itu. Menyeringai seolah mengejek Oscar kami. “Dia terlibat bisnis prostitusi, perdagangan anak di bawah umum, pembuatan narkoba, mengedarkannya, juga menggunakannya sendiri. Dan sekarang overdosis.”

Aku hendak menyela, tapi Felix buru-buru mencegahku. Dia mengambil berkas yang ditunjukkan polisi itu, kemudian menelitinya.

Aku tidak...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)