111. EXT. TEMPAT AUDISI — DAY
Cast : Runi, Zenara dan Kemal
Runi sudah memakai nomor peserta di dada. Begitupun ratusan peserta lainnya yang menunggu giliran untuk tampil di hadapan juri artis.
Zenara
Hai!
(Menyodorkan tangan kanan ke arah Runi)
Runi
(Kaget tapi auto menyodorkan tangannya juga)
E.. hai!
Runi dan Zenara berjabatan tangan.
Zenara
Sebenernya gue orangnya pemalu. Tapi liat Lo kayanya lebih pemalu, jadi gue berani nyapa Lo duluan.
(Menyeringai)
Runi
Hehe.. ah iya.. gue Runi.
Zenara
Oh iya, nama. Gue Zenara.
Runi sontak melolot tak percaya.
Zenara (cont'd)
Tapi gue lebih suka dipanggil Zebra.
Runi mengernyitkan dahi. Sementara Zenara tertawa.
Zenara (cont'd)
Tenang, telinga Lo sehat. Lo gak salah denger. Panggil aja gue Zebra.
Runi
Tapi.. kenapa?
Zenara
Sebenernya gue ga begitu nyaman cerita ke orang yang baru dikenal. Tapi.. intinya itu nama panggilan gue sejak SD. Dan kayaknya ga ada deh orang yang dipanggil pake nama itu. Jadi, gue suka banget. Limited edition.
Runi
Ah.. hehe.. iya, Zeb.. Ra.
Zenara
Santai aja. Bukannya sekarang lagi trend ya manggil orang pake nama binatang?
Runi melongo dan menghembuskan napas berat.
Kemal
Permisi, Lo Runi ya?
Runi
(Kaget)
Iya. Kenapa ya?
Kemal
Nggak. Gue tau Lo dari sahabat gue, Nanda. Lo temen deketnya Rara kan?
Runi mengangguk.
Kemal
Ah iya, kenalin, gue Kemal.
(Menyodorkan tangan kanan ke arah Runi)
Runi
(Menyalami tangan Kemal)
Salam kenal.
Kemal menyodorkan tangannya ke arah Zenara..
Kemal
Kemal.
Zenara
(Menjabat tangan Kemal)
Zenara, panggil aja Zebra.
Kemal
Zebra?
Zebra
Iya. Kenapa?
Kemal
Gak. Gak kenapa-napa.
Kemal, Zebra, dan Runi duduk berdekatan.
Zebra
Lo kenapa ikutan ajang ini?
(Menatap Runi)
Runi
Hm.. mau ngejar cita-cita. Gue pengen jadi penyanyi dari kecil.
Zenara mengangguk.
Zenara
Kalo Lo?
(Menatap Kemal)
Kemal
Gue.. mau nyari kesempatan baru aja. Gue bosen jadi karyawan udah lima tahun. Tapi, gak kaya kaya. Siapa tau kalo udah jadi penyanyi, rezeki nambah banyak.
Zenara
(Mengangguk lalu mendongak ke atas)
Keren ya alasan lu pada
Kemal
Emang tujuan Lo apa?
Zenara
Gue pengen buktiin ke mantan gue, kalau gue lebih baik dari selingkuhannya. Itu doang.
Runi dan Kemal saling pandang.
Zenara (cont'd)
(Menatap Runi dan Kemal)
Ada yang salah?
Runi
Eh.. nggak ko. Tujuan Lo keren juga.
Zenara
(Tertawa sinis)
Ya.. salah gue sih kenapa pilih cowok ganteng. Ya resikonya banyak cewek yang ngedeketin dan kampretnya nih cowok mau dideketin.
Runi
Menurut gue, sekarang aja Lo udah lebih keren dari selingkuhan mantan Lo.
Zenara
Ko bisa?
Runi
Karena Lo ga kayak dia yang ngerebut laki orang. Ga ada orang baik yang mau ngerusak kebahagiaan orang lain.
Zenara
Wih.. bagus juga kata-kata Lo. Kayanya kita cocok deh jadi sahabat.
Zenara merangkul Runi dengan gembira. Beberapa waktu kemudian, tiba-tiba turun hujan. Ada yang menutupi kepala dengan alat seadanya, ada juga yang sudah menyiapkan diri dengan membawa payung atau jas hujan lalu memakainya. Salah satunya Zenara yang langsung mengeluarkan jas hujan miliknya lalu dia kenakan. Sementara Runi hanya menutupi kepala mengenakan jaket miliknya.
Kemal
(Menyodorkan jas hujan pada Runi)
Pake ini.
Runi tertegun sesaat.
Kemal (cont'd)
Ayo. Hujannya makin gede.
Runi
Nanti Lo gimana?
Kemal
Ga usah mikirin gue. Lo pake dulu cepet.
Runi
(Runi mengambil jas hujan dari Kemal)
Makasih..
Runi memakai jas hujan. Usai dipakai, Zenara melirik Runi dengan senyum menggoda.
Zenara
(Berbisik sambil menutup bagian samping mulutnya dengan tangan)
Cintaku bersemi di audisi nyanyi
Runi menepuk tangan Zenara sambil menggeleng kepala. Lalu diam-diam Runi melihat Kemal yang kehujanan. Pria itu berlindung di bawah payung peserta lain. Hanya bagian kepala yang tidak basah, sisanya Kemal terlihat basah kuyup.
Cut to:
112. INT. RUMAH QIA — NIGHT
Cast : Qia, Mamih Qia dan Salsa
Qia masuk ke dalam rumah dan mencari mamihnya yang ternyata sedang membaca majalah di sofa.
Qia
(Berteriak)
Mamiiiiih! Aku lolos audisi!
Mamih Qia mendongak untuk menatap Qia dengan tatapan datar.
Mamih Qia
Kalo ga sampe lolos kamu yang aneh.
(Kembali menatap majalah)
Qia tertunduk lesu.
Salsa (O.S)
Malem Tante..
Qia dan mamihnya langsung menoleh ke arah Salsa yang baru datang.
Mamih Qia
Eh Salsa!
(Bangkit dari duduk)
Ada apa nih malem-malem?
Salsa mendekat ke arah Qia.
Salsa
Saya mau ajak Qia keluar bentar, Tan. Mau ngerayain dia lolos audisi. Anak Tante keren banget!
(Mengacungkan kedua jempol)
Mamih Qia salah tingkah dan menahan malu. Sementara Qia, kedua matanya berbinar sambil menatap Salsa.
Mamih Qia
Ah.. oh iya silakan. Selamat bersenang-senang ya kalian.
(Tersenyum)
Salsa tersenyum sambil mengangkat alis ke arah Qia.
Cut to: