171. EXT. RUMAH ADAM - MALAM - 2027
Mobil Adam baru saja tiba dengan lampu depan mobil menyala di halaman sebuah rumah bertingkat dua. Adam baru saja pulang dari kantornya.
SUPERIMPOSITION: Kamis, 13 Tahun Kemudian
Lampu depan mobil kemudian mati.
CUT TO:
172. INT. RUMAH ADAM - MALAM
Adam masuk ke dalam rumah dengan sebuah tas kulit di tangan. Sebuah LUKA GORESAN tampak terlihat di leher bagian kanannya.
Adam menghampiri Wina yang sedang menyiapkan makan malam lalu menciumnya. Adam mengelus perut Wina yang HAMIL 6 BULAN. ANAK PEREMPUAN mereka, DINA (9) menuruni tangga dengan tergesa dari lantai dua. Dina memeluk Adam dengan riang. Adam mengelus-elus kepala Dina.
ADAM
"Anak Papa bagaimana sekolahnya hari ini?"
DINA
"Seru!"
ADAM
"Seru? Seru bagaimana? Coba cerita sama Papa."
Adam mengangkat Dina dan mendudukkannya di kursi meja makan. Adam berjongkok di sampingnya, memperhatikan.
WINA
"Ceritanya nanti aja. Papanya Dina masih capek tuh. Belum mandi juga. Masih bau."
Adam mengangkat lengannya, dan mencium ketiaknya sendiri.
ADAM
"Bau asam."
Dina tertawa.
ADAM
"Papa mandi dulu, ya."
Adam mengacak-acak rambut Dina. Dina tersenyum dan mengangguk. Adam berdiri di samping Dina, hendak bergegas, tetapi menyempatkan untuk memandangi Wina.
ADAM
"Dimana Danu?"
CUT TO:
173. INT. LANTAI DUA RUMAH ADAM - MALAM
Adam berjalan di lorong menuju sebuah pintu yang sedikit terbuka. Ia membuka pintu lebih lebar. Di dalamnya tampak Danu yang sudah berumur 13 tahun duduk di meja belajar membelakangi pintu.
CUT TO:
174. INT. KAMAR DANU - MALAM
Adam membuka pintu kamar Danu lebih lebar, memandangi dari ambang.
ADAM
"Hei, tidak turun ke bawah dan makan?"
DANU
"Sebentar lagi, Pa. Tanggung."
Danu sibuk mewarnai gambarnya di atas sebuah kertas HVS.
ADAM
"Jagoan Papa sedang apa? Sibuk sekali nampaknya."
Adam masuk ke dalam kamar, menghampiri Danu ke meja belajar.
Tampak sebuah gambar yang digambar Danu di atas meja: seorang astronot sedang mendarat di bulan. Danu berpaling kepada Adam dan menunjukkan kertasnya.
DANU
"Selesai!"
Danu tersenyum ke arah Adam sembari memberikan kertasnya. Danu kemudian bergegas pergi meninggalkan Adam di sana sendirian menuju makan. Adam memandangi Danu yang menghilang ke balik dinding lalu pada gambarnya. Adam tersenyum.
CUT TO:
175. INT. KAMAR MANDI - MALAM
Adam memperhatikan dirinya di depan cermin. Tangannya meraba pelan luka goresan di leher bagian kanannya. Adam menelan ludah. Adam keluar dari kamar mandi.
CUT TO:
176. INT. RUANGAN DI BAWAH TANGGA - MALAM
Pintu kamar mandi Adam tidak mengarah ke sisi lain di rumahnya. Tidak ada Wina di sana, ataupun Dina, ataupun Danu. Adam sedang berada di rumah lamanya sekarang, rumah dimana ia dulu tinggal bersama Ayah dan Ibu. Adam berada di bawah tangga.
Ruangan di bawah tangga terlihat berbeda sekarang. Ruangan itu tidak lagi dibiarkan redup melainkan terang dengan lampu besar di tengah ruangan dan lampu-lampu kecil yang menempel di dinding. Ada lukisan-lukisan. Meja di tengah ruangan ditutupi taplak berwarna putih dengan dua buah penyangga lilin di atasnya.
Di ruangan itu, Adam bisa melihat Martin dan Ben di sisi lain meja. Dari kejauhan, ketiganya saling berpandangan. Berada di sana lagi membuat mereka teringat kejadian tiga belas tahun lalu.
FLASHBACK: