The power of &
#039;kepepet&
#039; itu nyata adanya. Aku lupa kapan Kompetisi Menulis Kwikku
#TerinspirasiKisahNyata ini dimulai waktu itu, tapi dari awal memang berniat ikut. Tema yang diusung: berdasarkan kisah nyata. Aku langsung teringat sebuah berita lawas yang dari kecil sering kudengar ketika &
#039;mencuri dengar&
#039; obrolan santai keluargaku tentang kasus di akhir 1980&
#039;an yang mana waktu itu sebuah keluarga dihabisi oleh sebuah keluarga yang lain di Surabaya. Ketika itu beritanya sangat heboh.
"Oke, aku akan menulis ini," pikirku dengan penuh percaya diri, lalu mulai mencari beritanya di internet untuk mengingatkan lagi tentang kasusnya. Namun, harapan untuk segera menuliskannya belum juga terlaksana karena cukup sulit menemukan formula yang pas bagiku. Alhasil, aku tak bisa memulainya. Sampai sekian waktu berlalu, belum juga satu kalimat pun kutulis untuk cerita ini. Hingga menjelang deadline, aku menyerah karena tak mungkin lagi terkejar. Ya, sudah. Tak ikut tahun ini, mungkin tahun depan bisa ikut. Eh, ternyata di medio September 2024, Kwikku mengumumkan kalau lomba ini diperpanjang deadline-nya hingga akhir Oktober 2024. Masih ada waktu sekitar 40 hari. Entah kenapa, persis saat itu mendadak kutemukan &
#039;formula&
#039; paling ideal buatku dan kutulislah cerita &
#039;MAMI ROSE&
#039; setelah sekali lagi mengumpulkan beberapa sumber beritanya.
Memang pada dasarnya aku senang dengan kisah-kisah thriller dan/atau berbau sejarah. Sering juga aku menyimak kisah-kisah macam ini dari pelbagai sumber sejak masa sekolah, terutama kasus-kasus pembunuhan besar atau yang tak terungkap. Tak terhitung entah berapa puluh dokumenter tentang kasus-kasus mengerikan di seluruh dunia kusimak dari Youtube, termasuk salah satunya kasus Mami Rose ini.
Suatu hari sekira tujuh atau delapan tahun yang lalu aku menemukan video wawancara terakhir dalang kasus ini, yakni Mami Rose. Wawancara itu, entah kenapa, terasa begitu pedih ketika kutonton. Lalu kubayangkan begini, "Mungkin kalau kasusnya difilmkan, bakal bagus kalau diberi opening scene wawancara ini."
September 2024, ketika Kwikku mengundur deadline lomba, aku teringat wawancara itu. Maka, kucarilah videonya semalaman, karena demi apa pun video tersebut seolah tenggelam di belantara Youtube, meski kucoba berbagai macam kalimat di kolom pencarian. Yang muncul di pencarian teratas adalah video-video semacam video-nya Nessie Judge yang kita ketahui sangat banyak tersedia di Youtube. Alhasil, sembari terus mencari video wawancara itu, kusimak lagi kasus Mami Rose dari sejumlah channel Youtube tersebut. Kukumpulkan kronologi yang lebih jernih dari apa yang bisa kuingat dari cerita yang dulu &
#039;kucuri dengar&
#039;. Setelah dirasa sudah cukup materi yang kubutuhkan, mulailah kutulis cerita ini.
Di tengah penulisan cerita, aku berhasil menemukan video wawancara itu. Sebelum akhir Oktober, ceritanya selesai kutulis dengan memasukkan part wawancara di awal dan segera kudaftarkan ke kompetisi Kwikku. Tak berharap apa-apa, seperti biasa, aku menulis cerita-cerita lain. Kebiasaan &
#039;tulis-kirim-lupakan&
#039; sudah mengendap di diriku sejak lama. Eh, kemarin ternyata naskah ini diumumkan masuk ke 20 besar dari ribuan naskah lain yang berkompetisi.
Selalu dari dulu aku lemah dan payah jika dalam sebuah lomba harus melalui fase voting. 😂 Maka, saat sekarang naskahku harus melalui tahap itu demi bisa terus melaju ke garis finish, yang bisa kulakukan adalah mempromosikannya.
Kalau teman-teman berkenan mendukung, terima kasih kuucapkan dengan sepenuh hati. Salam sehat selalu.