Dra....
Ingin aku ke sana lagi, lalu berharap diajak ke tempat-tempat lain juga yang belum pernah kudatangi.
Rasanya seperti baru saja kembali dari sana setelah aku membaca beberapa bab.
Wow, baru sekarang kutahu ternyata Kamelia....
Minggu-minggu belakang iseng-iseng aku membaca tentang kritik sastra. Walaupun kemarin ketika membaca judul bab kelap-kelip kunang-kunang membuatku tertawa, sekarang aku merasa ada juga hal seriusnya dalam novel ini.
Tak mudah menata perasaan ketika dilihat dengan tatapan aneh oleh orang-orang. Awalnya kamu terlalu memaksakan diri menyangkal rasa malu. Isi hatimu: aku sungguh-sungguh tak peduli lagi, hanyalah salah satu caramu ketika berupaya beradaptasi dengan kondisi itu sekaligus untuk menutupi rasa malu, menurutku.
Subplot novel ini adalah kenangan masa kecilmu bersama seorang teman. Kalian berkenalan di jalan tepi rawa rumput purun ketika pada suatu hari kamu menangkap ikan cupang, yang kemudian karena pertemanan itu menyebabkan kamu terobsesi untuk menulis cerita, menarik perhatianku.
Sudah dulu, Dra. Nanti ketika ada waktu luang cerita-cerita lagi.
https://m.kwikku.com/novel/read/kelap-kelip-kunang-kunang-di-telapak-tangan-dan-telapak-kaki-kami