3 bulan 1 minggu lalu
Dirty realism.
Haha, kayaknya otak lagi sporadis cari referensi. 😂, dan nemu lagi dirty realism, sub-genre literasi yg aku tahu cuma charles bukowski yg pake, pastinya ada yg lainnya tapi punya mbah bukowski yg baru baca. Dan salah satu puisinya, "friendly advice", menginspirasi puisi ini.
-------
Bangun pagi dan gosok gigi,
Kumur-kumur pakai limbah industri,
Masuk kakus sambil bersiul,
Yakin hidup tidak pernah tumpul,
Lanjut lari pagi berkeliling,
Sambil telanjang kaki di antara beling.
Sakit? Pedih?
Pasti pulih!
Hidup tak pernah tumpul!
Betul?
Atau tak lengkap tanpa ironi,
Seperti sepotong kaki di rel kereta api.
Jadi, bunuhlah kucing tetangga,
Lalu daftar ikut pilkada.
Ya, hidup tak lengkap tanpa ironi,
Seperti bukowski berpuisi,
Diakhiri nasihat, jangan menulis puisi!
------
Ciri dari dirty realism terlihat dari gaya yg jorok, jijik dan mengganggu, kan, ya? Dan seperti tidak layak untuk dinikmati. Tapi, sebagai ayunan tinju pada hati yang kebas, sepertinya bertujuan untuk membuka mata akan realita kalau sakit dan derita itu ada. Hanya saja, genre itu sudah sangat lama, membuat bertanya-tanya, seberapa kebas hati manusia?
----
Link novelnya hanya pemanis saja. 😅
Komentar
Rekwik
6
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)