Aku ga akan menyangkal, postinganku tentang ada yang bertanya bagaimana caranya sebuah karya dibeli di kwikku adalah sebuah satire saya terhadap ekosistem ga sehat yang ada di sini.

Tidak dapat dipungkiri, satu-satunya cara bertahan didalam dunia penulisan adalah memasukan setiap karya kepada celah yang dapat menghasilkan uang, atau mencari penghasilan di luar itu. (Pragmatical thinking)

Celakanya, jika kita semua berharap pada satu pendapatan dari platform yang bernama kwikku ini, yang akan diuntungkan tetaplah si kapitalis.

Beginilah skema yang terbayang di benak saya:

Bayangkan jika semua penulis di platform ini sepakat untuk membentuk sistem solidaritas, di mana semua penulis wajib balas budi atas apa yang mereka dapatkan dari sesama penulis, tetap saja yang benar-benar untung adalah si empu platform ini.

Untuk menolong teman kita, otomatis kita akan membeli karya mereka, otomatis juga kita akan membeli kunci/nominal karya tersebut dari kwikku (belum termasuk pajak). Parahnya, ada selisih bagi hasil antara harga yang ditetapkan penulis dengan hasil bersihnya.

Niscaya, ketika semua penulis di sini melihat margin profit yang kecil dan malah rugi ketika membeli kunci, maka kesolidaritasan itu tidak akan tercapai. Karena secara tidak langsung yang untung platform. Semakin banyak transaksi, maka semakin menguntungkan bagi platform ini.

Alhasil, saya hanya bisa pasrah, dan terkesan seperti pengemis di platform ini, menunggu belas kasih dari dermawan. Kapan kita bisa sejahtera jika sistem ini terus dipertahankan?

Oh, katanya platform ini lagi bikin pengembangan akun premium, ya? Aku cuma pesen sih, sebelum launching pastiin dulu sistem itu berdasar kepada keadilan. Pastiin tracing apa yang dibaca sama si akun premium kebaca secara transparan antara penulis dan platform. Terus, sistem karya premiumnya gimana ketentuannya? Apa harga yang ditentuin penulis tetep berlaku jika ada sistem itu? Kalau engga, mau dihargai berapa setiap karya yang tayang di platform ini?
5 Komentar
Rekwik
65
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (5)
yelah, mengerikan
Balas
Kalau sudah ke ranah macam tu, no comment Akak. Sepatutnya harus ada kerjaan lain dan jangan berpegang teguh dengan 1 pendapatan yg tak pasti (menulis) 😆@galanggelart
Balas
Iya, itu saya paham dan saya sengaja kasih harga 1000, harapannya supaya mempermudah pembaca buat beli karya saya yang tidak terlalu mahal. Tapi, kenyataannya hanya Pak Yuyun yang memborong cerpen saya. Itu poin pertama.
Poin keduanya, pada kasus dirimu pun karyamu tidak menjadi pasif income yang bisa menghidupi dirimu, baru 6 FF seharga 10rb dan 1 novel kan? Ya,d dirimu merasa lancar lancar saja karena dirimu mungkin memiliki pekerjaan di negaramu yang layak dengan saleri yang bisa dibilang cukup untuk hidup sehari-hari. Realitanya di negara bodoh yang kami cintai ini (Indonesia), pekerjaan semulia apapun masih dihargai di bawah standar yang layak. Terutama guru honorer.
Intinya, saya pribadi sebagai penulis berharap besar kepada kwikku karena sistem yang dibangun seperti pasar bebas, tapi kenyataannya, ga ada konsumen yang berimbang, pasar bebas ini terlalu banyak produsen yang berharap karyanya dibeli. Mungkin, kalau ditelusuri lebih jauh, kebanyakan penulis di sini masih ba
Balas
Saya barusan lihat cerpen kk, rata-rata 1000, itu kk bisa ubah premium dan ganti harga. Kalau 1000 itu otomatis kwikku. Tapi, kita sebagai penulis yg menentukan harganya.
Balas
Hai Kak, untuk harga premium kita yg tentukan dan sudah diberi standar dibawah 1 juta. Kalau Novel, memang dipotong agak besar. Hanya cerpen dan FF potong kecil. Itu sebabnya saya suka nulis FF dan kasih harga 10k untuk promosi. Alhamdulillah, berjalan lancar sudah ada yg beli 6 FF saya. Novel baru 1.
Balas