Rona bahagia terpancar di wajah Melanie demi melihat lelaki yang begitu penuh pesona ; terlihat lebih tampan dan seksi sore itu dengan kegiatannya membaca buku-buku sastra kuno. Lelaki itu tengah membaca novel &#039arah Muda-Djamaludin Adinegoro'.

Lelaki itu menutup novelnya lalu menyambut hangat kedatangan kekasihnya seraya berujar ;

"Jangan biarkan alam menghalangi pertemuan kita setelah dua minggu lamanya ini kita pupuk rasa rindu ini, tidak ingin sepekan yang terisisa ini kita luput menyiramnya dengan penuh kasih sayang" balas Bisma sebelum memeluk dan memagut bibir Melanie, kekasihnya.

"Aku ingin berbagi, bagaimana cara menyembuhkan hati yang sakit sebelah."

"Rindu, pada satu waktu, memang akhirnya akan jadi lega."

"Aku tahu, cinta tak harus memiliki. Tapi aku juga tahu, rindu akan selalu ada, bahkan setelah kita melepaskan."

"Aku tak bisa memberimu bintang-bintang. Tapi biarkan aku belajar bagaimana menghiasi malam hari kita dengan cahaya dari hatiku."

Melanie dan Bisma berbalas ucapan mantra sakti milik Fiersa Besari di tengah perburuan waktu penuh denyut cinta dengan hasrat asmara bergelora di dalam dada mereka.

Rak-rak penuh buku sastra kuno yang menjulang tinggi dan berjajar berlapis mengelilingi keduanya menjadi latar kedua insan yang sedang di mabuk kepayang yang sebentar lagi mungkin akan segera melepas rindu yang berkarat.

Melanie terjebak pesona lelaki matang. Bisma menikmati bulan di pangkuannya sepenuh hati.

***

Tak perlu berusaha melupakan, sebab kenangan punya caranya sendiri untuk menghilang

https://www.kwikku.com/novel/read/kuda-jantan-dan-pelukis-kesepian

#FalconxKwikku #Terinspirasikisahnyata #BerkaryaBersamaKwikku #KompetisiMenulisKwikku2024
Komentar
Rekwik
2
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)