#1___Tuhan Bilang ini Cinta
Di kedalaman matamu
Aku temukan cinta bagai padang bunga
Yang menghadirkan banyak mekar di dada
Tatapan mata yang bertanggung jawab
Atas debar yang begitu hebat
Hingga aku yakin ini sebuah nubuat
Para nabi-nabi mungkin mampu
Membawa sembilan puluh sembilan nama-Nya
Sementara di kantungku hanya ada satu nama
KAU
“Tuhan, bolehkah aku jadikan ia sebagai bentuk
tawasulku atas diri-Mu?”
.
.
#2___Berapa Harga Sebuah Cinta
Kau sang lebah pembawa madu
Kutemukan manis dari rona bibirmu
Pada debur yang memenuhi debar
Aku yakini, aku tertodong tatapanmu
Pada sorot tajam mata
Aku temukan lautan di sana
“Bolehkah aku memalingkan muka?”
Bukan karena sebab benci
Bahaya jika aku harus tenggelam di matamu
“Kau hanya tenggelam dalam cinta,
kau tak akan mati.” Kata suara itu.
“Aku akan jadi budak cinta.”
“Akan ada yang menebusmu.” Kata suara itu
“Sayangnya cinta tak dapat dibeli.”
.
.
#3___Tongkat Musa
Jika diberikan satu permintaan
Bolehkan aku meminta tongkat Musa?
Bukan untuk membelah lautan
Tapi untuk membelah jarak
Antara kau dan aku
.
.
#4 (masih berlanjut, ketik '1' pada komen agar saya tidak lupa)