Kami mencoba untuk terus hidup,
Sambil menghidupi semangat kami,
Yang kadang ter-jeda oleh ragam peristiwa
Yang membuat kami kecewa dan tertawa
Menertawakan nasib kami,
Menertawakan diri sendiri,
Memberi bukti kami masih bisa menari di kala duka,
Tersenyum di saat terhimpit oleh paradigma sempit.
Nelangsa dan miris,
Jiwa kami ter-iris
Oleh kata dan dusta,
Yang perlahan merobek jiwa.
Oh,oh kami tetap jadi manusia,
Tapi mereka serigala berbulu domba,
Oh, oh kami tetap jadi diri sendiri,
Namun mereka telanjangi diri sendiri.
Ini mangsa kita kata jiwa mereka
Mari kita lahap dan santap, mereka hidangan lezat.
Silahkan tuan memangsa,
Silahkan tuan menipu,
Silahkan tuan merayu,
Kami takkan ter-tipu
Kami akan terus menjadi manusia
Sedangkan tuan akan jadi debu dan abu
Ber-serakan dan dibakar bersama sekam
Dalam api neraka yang tak padam
Walaupun tuan merengek pada Tuhan.
Sudah terlambat, karena pintu sudah ter-tutup rapat.