Daftar isi
#1
5 Gang sahabat kebelinger #1
#2
Pandangan pertama & teknik PDKT #2
#3
Pak jono yang bingung #3
#4
Kelvin mendekati aisah #4
#5
Berulah di jalan #5
#6
Pertemuan di angkot #6
#7
Pendekatan sia sia #7
#8
Pantang Menyerah #8
#9
Perubahan karna cinta #9
#10
Menunggu dan hijrah #10
#11
Mengejar Buku #11
#12
Berawal di Bioskop #12
#13
Akhirnya Jadian #13
#14
Ahmad meminta Restu #14
#15
Melihat mereka berdua #15
#16
Pacar baru #16
#17
Sebuah Penghianatan #17
#18
Pertemuan dengan wanita Bercadar #18
#19
Pertemuan dengan keluarga deni #19
#20
Pertemuan kembali #20
#21
Jodoh itu Dekat #21
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#12
Berawal di Bioskop #12
Bagikan Chapter
Chapter Terkunci
Cuplikan Chapter ini
Di dalam perjalanan mata ini, di dalam visor helem. ‘oh ya depok kan macet bangeet ah tidak peduli dengan suasana kemacetan tambahkan kecepatan gas untuk lebih cepat hal yang tidak diinginkan.
Beli Chapter
Baca chapter ini, detik ini juga
Rp4.000
atau 4 kunci
Beli Novel
Semua chapter akan terbuka
Rp30.000
atau 30 kunci
Chapter Sebelumnya
Chapter 11
Mengejar Buku #11
Chapter Selanjutnya
Chapter 13
Akhirnya Jadian #13
Sedang Dibicarakan
Flash
Aku, Kamu, dan Waktu
Mar Kumbang
Cerpen
Bakso Madura
Rizky Anna
Cerpen
Aditama's Obsession Sr 1
FinNabh
Flash
Cerita Kita
Nisa Amalia
Cerpen
NENEK BERWAJAH KAKEK
Meliana
Cerpen
Bronze
Pinjaman
Trippleju
Komik
Bronze
Mission
varykaart
Cerpen
JANGAN REBUT SENJA TERAKHIRKU
Rian Widagdo
Flash
Teman baik
Bungaran gabriel
Novel
Diandra dan Dendam sang Serigala
ArinaAsh
Novel
Gold
Flying Traveler
Bentang Pustaka
Cerpen
Negri Tanpa Bendera
artabak
Cerpen
Bronze
Gerimis
Rabihul Fauziah
Novel
Bronze
Cerita Hidup Irawan Bersaudara
Jenny C Blom
Cerpen
Bronze
Misteri Hilangnya Penjaga Perpustakaan
Donny Setiawan
Cerpen
Bronze
Goresan Kuas Bermakna
Christian Shonda Benyamin
Novel
Bronze
Kampung Rasa Sinetron
penulis kacangan
Novel
Bronze
a girl in the lighthouse
Rumpang Tanya
Cerpen
Bronze
Tamu yang Tak Diingkan
maspupah Az-Zahra
Novel
Bronze
Jakarta Blues (1998)
Awang Nurhakim