Daftar isi
#1
Sebuah Mimpi Buruk dan Alasan untuk Meninggalkan #1
#2
Perempuan yang di Tinggalkan #2
#3
Lelaki Asing di Dalam Kamar #3
#4
Rayyan #4
#5
Di Satu Ruang #5
#6
Teman Sejiwa #6
#7
Kebenaran yang Membingungkan #7
#8
Laki-laki bernama Adisa #8
#9
Nana dan Kegilaannya #9
#10
Antara Ada dan Tiada #10
#11
Sebuah Kebohongan #11
#12
Amarah yang Berbanding Lurus dengan Kesedihan#12
#13
Kepada Siapa Semesta berpihak? #13
#14
Jurang Kematian yang Terhapus #14
#15
Sebuah Pengakuan #15
#16
Daun yang Gugur dan Ranting yang Patah #16
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#13
Kepada Siapa Semesta berpihak? #13
Bagikan Chapter
Chapter Terkunci
Cuplikan Chapter ini
Jelas, tatapan putus asa Nana terbaca oleh Rayyan. Nana berharap, Rayyan akan bicara sesuatu. Namun, laki-laki itu tetap bungkam. Ia mungkin menunggu Nanalah yang melakukan sesuatu.
Beli Chapter
Baca chapter ini, detik ini juga
Rp3.000
atau 3 kunci
Beli Novel
Semua chapter akan terbuka
Rp5.000
atau 5 kunci
Chapter Sebelumnya
Chapter 12
Amarah yang Berbanding Lurus dengan Kesedihan#12
Chapter Selanjutnya
Chapter 14
Jurang Kematian yang Terhapus #14
Sedang Dibicarakan
Novel
Gold
Dilarang Bercanda dengan Kenangan
Republika Penerbit
Novel
Bronze
Pesan Arwah Tragedi '98
yhantlies92
Flash
Dia Ada
Wardatul Jannah
Cerpen
Bronze
Sekolah yang tak pernah sepi
wlc
Flash
Seri Suara Dan Opini : Mulut Yang Diam, Hati Yang berteriak
M. Fagih Alhafizh
Flash
Bronze
Si Kakek Pengangguran dan Pemilu
Nuel Lubis
Cerpen
Bronze
BUNUH DIRI = AQIDAH?
Iman Siputra
Cerpen
SEHIDUP SEMATI
Elsa Setyawati Sumule
Novel
Bronze
Pohon Imajinasi
Janeeta Mz
Novel
Good Girl Problems
Donquixote
Cerpen
Bronze
Oiran and The Summer Crow
Lail Arahma
Novel
The Silent Gods of Srivijaya
Endri Irfanie
Flash
Ada Apa Cinta?
Martha Z. ElKutuby
Komik
Timun Mas: Immortals
Bagus Tri Cahyono
Flash
Sang Penjaga (4)
Omius
Novel
Bronze
Sepasang Mata Bola (Bukan Lagu Walo Banyak Nyanyinya)
Aneidda
Cerpen
Bronze
SEBATAS KATA
Ibnu alpan
Cerpen
Bronze
Pohon Toge yang Mencari Kacang Merah
Mochammad Ikhsan Maulana
Cerpen
Bronze
Laut yang Menyimpan Kenangan
Ron Nee Soo
Cerpen
Bronze
I B U
Yuli Harahap