Daftar isi
#1
#1
#2
#2 Sama sama sembunyi
#3
#3 Bimbang
#4
#4 Bertemu mantan petugas kebersihan gudang
#5
#5 Rahasia tersembunyi
#6
#6 Berharap dapat pertolongan
#7
#7 Pertolongan tepat waktu
#8
#8 Menunggu kedatangan putrinya
#9
#9 Meninggalkan perkebunan
#10
#10 Faisal curiga Aini tertekan
#11
#11 Perdebatan Juwita dan Rangga
#12
#12 Tak mempan nasehat
#13
#13 Penantian penuh cinta
#14
#14 Bahagia berujung petaka
#15
#15 Juwita termakan cemburu
#16
#16 Ibu Aini ternyata ditolong orang
#17
#17 Penyesalan Aini
#19
# Keberadaan ibunya Aini
#20
#20 Laporan sang informan
#21
#21 Perkelahian di jalan
#22
#22 Faisal terluka demi Rangga
#23
#23 Mulai menyusuri titik rahasia
#24
#24 Rencana menculik Aini
#25
#25 Saat bahagia itu datang
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#17
#17 Penyesalan Aini
Bagikan Chapter
Chapter Terkunci
Cuplikan Chapter ini
Ternyata ada kesalahan yang telah terlupakan oleh Aini. Saat meninggalkan ibunya untuk menyelamatkan diri, ia tak menyadari ibunya yang ditusuk pingsan tapi belum meninggal.
Beli Chapter
Baca chapter ini, detik ini juga
Rp4.000
atau 4 kunci
Beli Novel
Semua chapter akan terbuka
Rp5.000
atau 5 kunci
Chapter Sebelumnya
Chapter 16
#16 Ibu Aini ternyata ditolong orang
Chapter Selanjutnya
Tamat
Sedang Dibicarakan
Novel
Bronze
Sebuah Pengorbanan Sederhana
Yalie Airy
Novel
Bronze
Asa dari Desa
Sutono
Flash
Bronze
janji suci
Okhie vellino erianto
Novel
Gold
Di Bawah Bendera Sarung
Mizan Publishing
Cerpen
Bronze
Hati Seorang Istri
Iena_Mansur
Cerpen
Bronze
Lilo Kucing Kesayanganku
Nita Roviana
Novel
Bronze
Katalis Kata
Aliha Ardila
Novel
Hujan dan Kenangan
Kaia Sari
Novel
LIVES AND DIE
♤ella♤
Novel
Don't Let Me Love You
rav_
Flash
LAMARAN
Ida Ahdiah
Flash
PHANTOM
Ratna Arifian
Flash
Perkara Senyum
Dillon Gintings
Cerpen
Bronze
Bagaimana Makelar Suara Pilkada Bekerja
Habel Rajavani
Flash
Bronze
Sepiring Nasi Pare
Silvarani
Novel
Bronze
Setan Kecil, Cinta dan Kebijaksanaan Monyet
Joeviano Pinandel
Cerpen
Bronze
Dialog
Eva Maulidiyah BL
Cerpen
Dua Puluh Enam Makam Tanpa Nama
Muhammad Ilfan Zulfani
Flash
Kecoak Terbang
Noer Eka
Cerpen
Yang Mengutuk Diri Kita
Fazil Abdullah