Akun ini terverifikasi oleh Kwikku
Prestasi
Sebuah badge yang diberikan kepada pengguna yang berhasil mencapai target tertentu dari syarat badge tersebut.
Untuk jenis badge terbatas hanya bisa didapatkan pada waktu tertentu
Pelajari lebih lanjut
Kirim Pesan
Apakah kamu akan memblokir pengguna Guntur wijaksono
Laporkan
Timeline
Niiing membuat karya baru
Novel
Tali Kekang
Niiing
Alka Nareswari bertemu orang yang salah. Ternyata berprasangka baik nggak selalu berujung baik. Terkadang, manusia juga perlu waspada kepada seseorang yang terlihat baik.
Baca yuk 🤗
https://www.kwikku.com/novel/read/tali-kekang
Suara AC berdengung rendah, anginnya menerpa kepalaku, membuat rambutku berantakan dan tulangku ngilu. Ku kerjapkan mata berkali-kali, aku masih di tempat yang sama. Kamar mewah yang didominasi warna putih, dan kedap suara, seberapa kencang pun aku berteriak, tak akan ada yang mendengar. Kini, suaraku sudah habis.
Selain itu, berbagai lukisan tergantung rapat di dinding, semuanya perempuan. Aku tak mengenal setiap wajah yang terperangkap dalam lukisan itu, tapi terkadang tatapan mereka seolah hidup, mereka seperti sedang mengawasiku.
Tak sanggup menatap lama pada lukisan itu, mataku tertuju pada meja bertaplak kain putih tak jauh dariku. Obeng berbagai ukuran terjajar rapi, tali rotan dan beberapa jenis tang ikut menyemarakkan. Sebagian obeng itu berlumur darah. Kembali kurasakan perih di kakiku, tinggal kuku jempol kaki kiri yang masih terpasang. Darah berceceran di lantai, sebagian telah mengering. Bau anyir mau tak mau membuatku mual, padahal itu darahku sendiri. Tapi tetap saja, aku tak suka darah.
Baca lanjutannya di sini ya https://m.kwikku.com/novel/read/tali-kekang 🤗
Selain itu, berbagai lukisan tergantung rapat di dinding, semuanya perempuan. Aku tak mengenal setiap wajah yang terperangkap dalam lukisan itu, tapi terkadang tatapan mereka seolah hidup, mereka seperti sedang mengawasiku.
Tak sanggup menatap lama pada lukisan itu, mataku tertuju pada meja bertaplak kain putih tak jauh dariku. Obeng berbagai ukuran terjajar rapi, tali rotan dan beberapa jenis tang ikut menyemarakkan. Sebagian obeng itu berlumur darah. Kembali kurasakan perih di kakiku, tinggal kuku jempol kaki kiri yang masih terpasang. Darah berceceran di lantai, sebagian telah mengering. Bau anyir mau tak mau membuatku mual, padahal itu darahku sendiri. Tapi tetap saja, aku tak suka darah.
Baca lanjutannya di sini ya https://m.kwikku.com/novel/read/tali-kekang 🤗
Alhamdulillah, 2 chapter udah disetujui editor. Kepoin yukkk! 😊